:: My Profile ::
:: My Photo Album ::
:: More Photos ::
:: Puteriku Sayang ::
:: Mutiara Kata ::
:: Teratak Sajak ::
:: Teratak Cerpen ::
:: Funny Pictures ::
:: Games ::

Hit Counter
|
|
Monday, May 30, 2005
Posted at 08:41 am by majiana
Permalink
Akhiri Dengan Indah
Kita tidak pernah dapat menduga apa yang akan terjadi di akhir hari. Memulakan hari dengan hati riang dan semangat menjulang, kadang dapat diakhiri dengan bersungut-sungut atau marah oleh sebab berbagai macam perkara. Semangat dan keriangan yang tadinya dirasakan penuh, seolah-olah terkikis habis oleh satu atau dua kejadian yang dialami. Rasanya, keseluruhan hari itu menjadi begitu buruk oleh sebab peristiwa yang dialami di penghujung hari.
Permulaan yang baik, seelok-eloknya mendapatkan ‘penutupan’ yang baik pula. Di sinilah pentingnya menyedari dan memahami bahawa setiap perjalanan tidak hanya dinilai oleh awalnya yang bagus atau bagaimana hasil akhirnya. Keseluruhan dari perjalanan tersebut memiliki nilai. Sebab proses bagaimana perjalanan itu dilakukan, dimulakan, dijalankan dan diakhiri, semuanya merupakan ‘permata’ yang sangat penting bagi diri seorang muslim.
Bagaimana tidak? Allah tidak menilai amalan seseorang dari hasil akhirnya sahaja, melainkan dari keseluruhannya. Bukankah bagaimana akhir hidup seseorang pun
menentukan di mana ‘tempat’ kelak ia berada? Dan perjalanan hidup seseorang itu, bagaimana ia menjalaninya, akan menjadi penentu arah mana yang akan ia ambil, jalan kebaikan atau sebaliknya. Bagaimana seseorang melaluii hari demi hari dalam kehidupannya, akan menjadi catatan penting sebagai timbangan di hari akhir kelak.
Tidak jarang pula amalan seseorang itu rosak sebab keikhlasan dalam mengerjakannya ternodai. Penyebabnya boleh bermacam-macam, baik itu yang timbul dari dalam diri sendiri, mahupun kerana diri kita tidak dapat menahan ‘godaan’ yang datang dari luar. Memang, syaitan selalu berperanan untuk menggoyahkan keikhlasan yang akan menjadikan sebuah amalan itu diterima atau tidak. Dan musuh nyata bagi manusia itu tidak akan mahu berkompromi dan berbelas kasihan kepada kita.
Kuncinya adalah, bagaimana diri kita dapat menjadikan setiap amalan kita indah, dengan selalu menjaga keikhlasan dan meneguhkan keimanan, supaya tidak mudah keikhlasan itu rosak oleh sebab-sebab yang memang selalu mengitari. Masalahnya adalah, menjaga agar amalan tersebut tetap terjaga ‘keindahannya’ sampai akhir ia selesai dikerjakan, adalah satu cabaran tersendiri yang selalu menuntut manusia untuk melakukan yang terbaik yang ia dapat, kalau tidak ingin dikatakan sukar.
Kita tidak pernah dapat menduga apa yang akan terjadi pada akhir hidup kita nanti. Apakah kebahagiaan abadi yang akan kita reguk, ataukah siksa berpanjangan yang menjadi teman bagi kita untuk selamanya? Berada bersama orang-orang pilihan di syurgaNya, ataukah tenggelam bersama kesengsaraan di neraka? Itu semua, diri kita sendirilah yang dapat menjawabnya. Bukan teman atau sahabat, bukan orang tua kita, bukan pula orang-orang yang telah menyaksikan segala tingkah laku kita di dunia. Sebab pada waktu seluruh manusia berkumpul untuk mendapat perhitungan atas semua amalnya,
seluruh anggota tubuh kita akan bersaksi, menceritakan keseluruhan perilaku kita di dunia. Kita tidak akan pernah dapat berkira-kira, bagaimanakah nasib kita pada hari itu.
Seorang Thalhah yang sederhana dan rendah hati pernah menjadi bahan perbincangan serta menjadi pertanyaan besar oleh Abdullah bin Umar, ketika Rasulullah selama tiga kali berturut-turut menyebutnya sebagai ‘seorang ahli suyrga’ pada kesempatan berkumpul dengan para sahabat. Kemudian Ibnu Umar bertemukan rahsia itu setelah menginap tiga malam di rumahnya. Thalhah, si ahli syurga tersebut, rupanya tidak pernah lalai dari membersihkan hatinya dari segala dengki dan dendam terhadap sesama, setiap kali hendak tidur malam. Dia tidak pernah sedikitpun memendam amarah terhadap orang-orang yang pada hari itu mungkin melukai dan menzaliminya. Begitu mulia, begitu sederhana. Namun rupanya, sebuah amalan penutup malam yang ia lakukan secara berterusan, mampu mengangkatnya ke sebuah tempat yang dinantikan oleh seluruh manusia.
Kisah di atas adalah sebuah contoh kecil, tetapi selalu dapat menggetarkan hati saya setiap kali mengingatnya. Ia telah menjadi kisah popular yang sering diulang-ulang pada setiap kesempatan yang ada. Betapa tidak, sungguh telah terbukti, bagaimana seseorang yang ‘mengakhiri’ harinya tersebut dengan baik, akan membawa keberuntungan besar baginya kelak.
Menjaga keindahan amalan yang telah ia perbuat seharian penuh, dengan sebuah
keikhlasan untuk dapat melapangkan hati yang telah sempit oleh maksiat dan dosa sepanjang hari.
Bagaimanakah amalan hari ini kita akhiri? Yakinlah, bahawa ganjaran Allah sungguh tidak terkira bagi mereka yang senantiasa berbuat yang terbaik. Sebab Allah Maha Tahu niat yang tersembunyi di setiap hati hambaNya. Dan berusahalah, untuk mengakhirinya dengan indah.
Wujud, banyak dicari orang kerna indahnya bentuk Padahal ia tidak memiliki makna.
Hati, tempat bersemayam antara kebaikan & keburukan
Zikir bisa membersihkannya dari segala keburukan & kemaksiatan
Ku bersujud pada Illahi Rabbi hanya untuk mendapat Cinta & RedhaMu

Posted at 08:40 am by majiana
Permalink
Friday, May 27, 2005
6 weeks, 6 month, 6 years
Dating process:
6 weeks : I love U, I love U, I love U.
6 months : Of course I love U.
6 years : GOD, if I didn't love U, then why the hell did I propose?
Back from Work:
6 weeks : Honey, I'm home.
6 months : BACK!!
6 years : What did your mom cook for us today??
Gifts:
6 weeks : Honey, I really hope you liked the ring.
6 months : I bought you a painting; it would fit the motif in the living room.
6 years : Here's the money. Buy yourself something.
Phone Ringing:
6 weeks : Baby, somebody wants you on the phone.
6 months : Here, for you.
6 years : PHONE RINGING!!
Cooking:
6 weeks : I never knew food could taste so good!
6 months : What are we having for dinner tonight?
6 years : AGAIN!!!!
Apology:
6 weeks : Honey muffin, don't you worry, Ill never hold this against you.
6 months : Watch out! Don't do it again.
6 years : What's not to understand about what I just said??
New Dress:
6 weeks : Oh my God, you look like an angel in that dress.
6 months : You bought a new dress again???
6 years : How much did THAT cost me?
Planning for Vacations:
6 weeks : How do 2 weeks in Vienna or anywhere you please sound??
6 months : What's so bad about going to Istanbul on a charter plane?
6 years : Travel? What's so bad about staying home?? Aren't u tired???
TV:
6 weeks : Baby, what would you like us to watch tonight?
6 months : I like this movie
6 years : I'm going to watch ESPN, if you're not in the mood, go to bed, I can stay up by myself

Posted at 10:38 am by majiana
Permalink
Tuesday, May 17, 2005

A Red, Red Rose
O My Luve's like a red, red rose,
That's newly sprung in June;
O My Luve's like the melodie
That's sweetly played in tune.
As fair art thou, my bonnie lass,
So deep in luve am I;
And I will luve thee still, my dear,
Till a' the seas gang dry.
Till a' the seas gang dry, my dear,
And the rocks melt wi' the sun;
O I will love thee still, my dear,
While the sands o' life shall run.
And fare thee weel, my only luve,
And fare thee weel awhile!
And I will come again, my luve,
Though it were ten thousand mile.
-Robert Burns
I Love You

Posted at 03:30 am by majiana
Permalink
Monday, May 16, 2005
9 PEMBAZIRAN TANPA DISEDARI
Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan ada 9 pembaziran yang sering dilakukan manusia iaitu:
Ilmu pengetahuan
- Membazir jika tidak diamalkan untuk jalan kebaikan.
Amalan
- Membazir jika dilakukan tidak dengan hati yang ikhlas.
Kekayaan
- Membazir jika dibelanjakan pada perkara yang tidak bermanfaat dan tidak diredai Allah.
Hati
- Membazir jika kosong daripada kasih kepada Allah.
Tubuh badan
- Membazir jika tidak digunakan untuk beribadah kepada Allah.
Cinta
- Membazir jika dicurahkan kepada selain Allah atau melebihi cinta kepada-Nya.
Masa
- Membazir jika tidak diurus sebaiknya.
Akal
- Membazir jika tidak memikirkan sesuatu yang bermakna kepada agama.
Zikir.
- Membazir jika tidak memberi kesan kepada hati.

Posted at 10:24 am by majiana
Permalink
Friday, May 13, 2005
Close your eyes
Give me your hand
Darling, do you feel
My heart beating?
Do you understand?
Do you feel the same
Or am I only dreaming?
Is this burning?
An eternal flame
I believe it's meant to be darling
I watch you when you're sleeping
You belong with me
Do you feel the same
Or am I only dreaming?
But is this burning (burning)?
An eternal flame
Say my name
Sun shines through the rain
Of all life so lonely
Then come and ease the pain
I don't want to lose this feeling
Oh
Oh, oh
Say my name
Sun shines through the rain
Of all life so lonely
Now come and ease the pain
I don't want to lose this feeling
Oh
Close your eyes
Give me your hand, darling
Do you feel my heart beating?
Do you understand?
Do you feel the same
Or am I only dreaming?
Or is this burning?
An eternal flame
Close your eyes
Give me your hand, darling
Do you feel my heart beating?
Do you understand?
Do you feel the same
Or am I only dreaming?
Or is this burning?
An eternal flame
Close your eyes
Give me your hand, darling
(Ooh yeah yeah)
Do you feel my heart beating?
Do you understand?
Do you feel the same
Or am I only dreaming?
Is this burning?
An eternal flame
Close your eyes
Give me your hand, darling
Do you feel my heart beating?
Do you understand?
Do you feel the same
Or am I only dreaming?

Posted at 10:43 am by majiana
Permalink
Wednesday, May 11, 2005
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: Why are you late?
BONGANI: Because of the sign.
TEACHER: What sign?
BONGANI: The one that says, "School Ahead, Go Slow."
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: BONGANI, why are you doing your math sums on the floor?
BONGANI: You told me to do it without using tables!
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: BONGANI, how do you spell "crocodile"?
BONGANI: "K-R-O-K-O-D-A-I-L"
TEACHER: No, that's wrong
BONGANI: Maybe it's wrong, but you asked me how I spell it!
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: What is the chemical formula for water?
BONGANI: "HIJKLMNO"!!
TEACHER: What are you talking about?
BONGANI: Yesterday you said it's H to O!
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: BONGANI, go to the map and find North America.
BONGANI: Here it is!
TEACHER: Correct. Now, class, who discovered America?
CLASS: BONGANI!
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: How can you prevent diseases caused by biting insects?
BONGANI: Don't bite any.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-**-*-*-*-*
TEACHER: BONGANI, give me a sentence starting
with "I".
BONGANI: I is...
TEACHER: No, BONGANI. Always say, "I am."
BONGANI: All right... "I am the ninth letter of the alphabet."
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: "Can anybody give an example of COINCIDENCE?"
BONGANI: "Sir, my Mother and Father got married on the same day, same time."
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: "George Washington not only chopped down his
father's Cherry tree, but also admitted doing it. Now do you
know why his father didn't punish him?"
BONGANI: "Because George still had the axe in his hand?"
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
BONGANI: Daddy, have you ever been to Egypt?
FATHER: No. Why do you ask that?
BONGANI: Well, where did you get THIS mummy then
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: What a pair of strange socks you are wearing, one
is green and one is blue with red spots!
BONGANI: Yes it's really strange. I've got another pair just
like that at home.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: Now, children, if I saw a man beating a donkey and
stopped him,what virtue would I be showing?
BONGANI: Brotherly love?
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: BONGANI, your composition on "My Dog"
is exactly the same as your brother's. Did you copy his?
BONGANI: No, teacher, it's the same dog!
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
TEACHER: What do you call a person who keeps on talking when
people are no longer interested?
BONGANI: A teacher.

Posted at 02:50 pm by majiana
Permalink
Tuesday, May 03, 2005
Adalah seorang hamba Allah ni, dia pergilah bersiar-siar di tepi hutan. Sedang dia menghirup udara rimba yg segar tu, tetiba dia terdengar satu bunyi...
jeng!jeng!jeng!...bunyi....aauuummmmm!!! Bunyi harimau yg kelaparan dan hanya menunggu mangsanya saja. Jadi, si hamba Allah ni pun lari untuk menyelamatkan
diri. Harimau tu kejar hamba Allah ni. Sebab dia dah lapar sangat ni.
Harimau tu pun kejar, kejar, kejar dan kejar Hamba Allah ni punyalah
takut, berlari lintang pukang. Sempat juga dia berdoa agar dia diselamatkan daripada dibaham dek harimau tadi. Dengan kuasa Allah diperlihatkan sebuah perigi di depan matanya. Jadi untuk menyelamatkan diri si hamba Allah ni pun
terjunlah ke dalam perigi. Perigi tu ada tali dan sebuah timba.Si hamba Allah ni
bergayut pada tali tu. Tali tu pendek jer. Jadi dia bergantungan di tengah-tengah perigi. Di mulut perigi,harimau yg lapar tu menunggunya. Si hamba Allah ni pun berfikirlah macam mana nak menyelamatkan diri, sambil berdoa kepada Allah agar
dia diselamatkan. Tengah dok berfikir camner nak selamat, tetiba dengar bunyi kocakan air di bawah perigi.
Aaaaa!!!!... Ya Allah..... lagilah seram dibuatnya. Nak tahu ada apa kat bawah tu? Ada 2 ekor buaya yg kelaparan. Apalah nasib.Dah jatuh ditimpa tangga.
lagilah takut si hamba Allah ni. Atas ada harimau bawah ada buaya. Semakin risau dan takut. Tengah berfikir untuk mencari jalan keluar, tetiba keluar seekor tikus putih dari lubang celah-celah perigi, naik ke atas ikut tali yg hamba Allah tu bergayut. Sampai kat atas tikus tu gigit tali tu pulak. Cis, kurang ajar punya tikus. Alahhhh....cam ner ni. Pas tu, keluar lagi seekor tikus yg berwarna hitam. Naik mengikut tali tadi, cit!cit! cit!cit! sampai kat atas.Tikus hitam ni pun gigit juga tali tu. Cis, lagi satu. Macam mana aku nak buat ni.... habislah
jadi mangsa buaya . Berfikir lagi. Kalau naik kat atas makan dek harimau. Kalau tunggu tali putus dan jatuh ke bawah makan dek buaya.Macam mana nih... Sedang hamba Allah tu berfikir cam ner nak selamatkan dirinya,tetiba.... terdengar satu
bunyi....
uuuuuuuuuuuuu...bunyi lebah bawa madu. Si hamba Allah ni pun mendongak ke langit, melihat lebah yg sedang bawa madu. Tetiba setitik madu terjatuh dan terus masuk ke dalam mulut si hamba Allah ni tadi. Punyalah nikmat sehingga tidak terkata. Hamba Allah tu kata,"Fuh manisnya madu ni , tak pernah ku rasa manisnya ni.
Sedapnya. Subhanallah sungguh sedap ni." kerana setitik madu si hamba Allah
tu lupa pada harimau yg sedang menantinya di mulut perigi dan buaya yg menantinya di bawah. Kalau semua nak tahu , si Hamba Allah itu adalah kita semua.
Harimau yg mengejar tu adalah maut kita, ajal memang sentiasa mengejar kita, so beringat-ingatlah. 2 ekor buaya itu adalah malaikat Munkar Dan Nakir yg menanti kita di alam kubur nanti.
Tali yg tempat di hamba bergayut tadi adalah jangka hayat kita kalau pendek talinya maka panjanglah umur kita dan kalau panjang talinya maka pendeklah umur kita.
Tikus Putih dan Hitam tu adalah dunia kita siang dan juga malam yang sentiasa menghakis umur kita.Kan tikus tu gigit tali tu.
Madu..., madu yg jatuh setitik ke dalam mulut hamba itu tadi adalah nikmat dunia. Bayangkan setitik saja madu tu jatuh ke dalam mulutnya,dia lupa pada harimau dan
buaya tu. Macam kitalah bila dapat nikmat sikit lupa pada Allah. Waktu susah
baru la nak ingat Allah. Astaghfirullah...
I minit...
1 minit untuk mengingati Allah
Step 1:
Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang
fasih
akan:
*SUBHANA'LLAH
*ALHAMDULI'LLAH
*LA I LAHA ILLA'LLAH
*ALLAHU AKBAR
*ASTAGHFIRU'LLAH
*LA ILAH ILLA'LLAH, MUHAMMADUN RASULU'LLAH
*ALLAHUMMA SALLY WA SALLEM WABAREK ALA SAYYEDINA MUHAMMAD *WA AALIHE WA SAHBIH
AJMA'EEN
Step 2:
Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat, perkataan demi perkataan

Posted at 12:04 pm by majiana
Permalink
Monday, February 21, 2005

Rindu milik seorang aku
Telah kulipat kemas sejak detik itu
Kujadikan hamparan tidurku
Untuk menemani setiap mimpi malamku
Tapi hadirnya seorang dia
Menguraikan kembali tali ikatannya
Lantas tersingkaplah
Epilog segugus rindu
Rindu itu?
Sekali ia datang, jantungku berhenti berdegup
Dan bila ia pergi, tangisku bertali di pipi
Mengapa aku harus rindu?
Pada seukir senyum umpama madu
Mengapa aku harus menanti?
Pada selakar wajah laksana salju
Lembut... Mendinginkan....
Membelai hatiku
Adakah rindu ini milik si dia yang mengetuk pintu hatiku?
Atau aku harus menyimpan dahulu rindu ini?
Sehingga kini..... ia masih milikku.....!

Posted at 01:08 pm by majiana
Permalink
|
|
|